inspirator bijak, wiser is better
Kategori

MELAYANI ADALAH SENI

image

Siapapun dia pasti suka seni. Seni adalah keindahan, maka tentu siapapun dia menyukai keindahan. Beragam seni yang ada di dunia ini, mulai dari seni lukis, seni pahat, seni dekorasi, termasuk seni komunikasi, seni mengajar dan banyak lagi seni lainnya.  Banyaknya manusia dengan berbagai sifat dan karakter tentu saja memunculkan rasa suka akan seni yang beragam pula.  Ada yang suka seni lukis, seni musik dan seni-seni lainnya.

Melayani adalah sebuah keniscayaan.  Siapapun dia pasti melayani juga di sisi yang lain dia akan dilayani.  Dengan demikian maka perlu digarisbawahi bahwa tidak ada yang akan luput dari melayani dan dilayani. Sebagai contoh seorang ayah di dalam rumah tangga, ia bekerja atau berbisnis untuk menghidupi keluarga adalah melayani keluarga.  Sang ayah di sisi yang lain, dia akan dilayani oleh keluarganya di rumah, misalnya disediakan masakan atau disiapkan pakaian untuk kerjanya.  Seorang ayah yang merupakan pekerja di kantor, tugasnya sehari-hari adalah melayani para pihak yang berhubungan dengan kantornya.  Pada sisi yang lain, di kantor ia pun akan dilayani oleh para anak buahnya untuk memberikan pelayanan kepada pihak yang membutuhkan jasanya.

Melayani dan dilayani adalah kegiatan sehari-hari.  Bagaimana jadinya jika kegiatan melayani itu tidak dinikmati ? tentu saja melayani seolah hanya tugas yang membebani.  Melayani menjadi sebuah penderitaan, bisa jadi ujung-ujungnya orang yang melayani menjadi penyakitan.  Lalu bagaimana agar melayani itu menjadi sebuah proses yang selalu dinikmati ? jawabannya adalah anggaplah melayani itu menjadi sebuah seni.  Dengan seni kita akan berusaha untuk memberikan dan melakukan keindahan.  Kita akan terus berimprovisasi, berinovasi dan itu dilakukan dengan sangat menyenangkan.

Perusahaan yang tetap bertahan di tengah sengitnya persaingan adalah mereka yang mampu secara berkesinambungan memberikan pelayanan terbaiknya dengan segala inovasi dan seni yang terus mengalami perkembangan.  Sebaliknya perusahaan yang kurang atau terlambat dari pesaingnya dalam berinovasi dan improvisasi seni pelayanan akan mengalami penurunan, lambat laun terus mengalami kebangkrutan. Sebuah contoh yang sering dikemukakan banyak ahli adalah handphone merk Nokia yang dulunya berjaya, kini agak terpuruk karena dikalahkan oleh handphone merk lain yang mengalami booming penjualannya.  Rupanya handphone Nokia kalah bersaing dalam memberikan inovasi dan seni kepada para konsumen, sehingga konsumen menginginkan handphone yang lebih bervariasi dan segar fiturnya.

Secara umum, melayani adalah seni dapat diartikan menjadi dua hal. Hal pertama adalah bahwa dalam melayani perlu sentuhan improvisasi dan keindahan yang ditawarkan. Hal yang kedua adalah memberikan fitur seni dalam pelayanan yang diberikan.

Melayani perlu sentuhan improvisasi  dan keindahan yang ditawarkan.  Dapat kita ambil contohnya yaitu produk handphone atau gadget menawarkan beragam fitur, games dan fungsi lainnya.  Bentuk kemasan handphone itu sendiri makin indah dan enak dipandang, baik dari segi design, warna maupun asesoris tambahan lainnya.  Produsen kendaraan tidak kalah bersaing, mereka menawarkan bentuk, warna serta aneka fasilitas yang ditawarkan.  Untuk produk jasa, bisa kita ambil contoh produsen baju.  Baju yang ditawarkan kini beragam dalam gaya, model, warna serta fungsinya.

Melayani adalah seni adalah dengan memberikan fitur seni dalam pelayanan yang diberikan.  Pelayanan yang memberikan unsur seni, membuat pelayanan menjadi lebih enak dinikmati dan akan menjadi ciri pembeda dengan pemberi jasa yang lain. Dapat kita ambil contoh, sebuah mall memberikan layanan musik live, pameran seni photographi, atau pameran lukisan untuk para pengunjungnya.  Sebuah restoran menyajikan seni sulap untuk para konsumennya sambil menikmati sajian makanan di rostoran itu. Sebuah hotel memberikan sajian tarian daerah untuk para tamu asing yang menginap di hotel tersebut.  Contoh lainnya adalah dalam sebuah training, seorang trainer memberikan sebuah kisah dengan kemampuannya dalam seni mendongeng atau sambil bernyanyi.

Apapun itu jika melayani adalah sebuah seni, itu menjadi sebuah keindahan untuk siapapun yang menerima pelayanan.  Di sisi yang lain, melayani adalah seni merupakan ungkapan rasa menciptakan keindahan untuk para pembuat layanan.  Para pembuat layanan akan semakin asyik dalam melayani, terus mengembangkan pelayanan terbaiknya, dan mereka merasakan kepuasan dengan pelayanan yang telah dia berikan.

Sudahkan anda melayani dengan seni ? 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

fan page Wise to Win

facebook

 

 

 

 

 

twitter
fan page Wise to Win
Copyright © 2021 INSPIRATOR BIJAK · All Rights Reserved | powered by sitekno