inspirator bijak, wiser is better
Kategori

Vonis Mati

image

VONIS MATI

               Di sebuah rumah sakit, seorang pasien yang mengidap satu jenis penyakit divonis hanya tinggal sebulan saja usianya.  Penyakitnya itu sudah masuk level stadium empat, begitulah kata dokter yang merawatnya.  Harapan hidup bisa saja bertambah tapi tampaknya tidak akan lama.  Sang pasien pun menerima vonis itu dengan tabah.

               Sang pasien akhirnya menjalani hari-hari terakhirnya dengan sangat religius.  Beberapa harta yang tersisa dia sedekahkan.  Begitu banyak sahabat dan rekannya yang sengaja menjenguknya, lalu dia pun gunakan kesempatan baik itu untuk banyak memohon maaf atas segala khilafnya selama hidup.  Keluarganya dia kuatkan, agar tetap bersabar karena dirinya tidak akan lagi menyertainya dalam kehidupan sehari-hari nanti.  Anaknya yang sulung yang sudah memiliki calon pendamping, disegerakan menikah.  Waktu yang sangat singkat itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan keluarganya serta memperbanyak bekal untuk kehidupannya di akhirat nanti.  Cita-citanya betul-betul terfokus, ingin khusnul hotimah.

               Selang waktu sebulan, sang pasien masih diberi anugrah kehidupan, meski sakitnya masih belum ada kemajuan.  Namun yang bikin kekagetan banyak orang adalah, sang dokter yang selama ini merawat sang pasien ternyata dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa lebih dulu.  Sang dokter mengalami kecelakaan di sebuah jalan tol saat di perjalanan menuju sebuah kota.  Sang dokter yang telah memberikan vonis mati sang pasien ternyata mendahului sang pasien menuju alam kubur.

               Sahabat bijak, kondisi sang dokter yang mendahului sang pasien masuk alam kubur, tentu saja tidak sesiap sang pasien.  Sang dokter mungkin belum mempersiapkan keluarganya, ataupun belum mempersiapkan amalan terbaiknya untuk kehidupan di akhirat nanti.  Ketika kita tahu vonis mati tinggal beberapa saat saja, maka saat itulah kita pun segera bertobat dan beramal sedahsyat mungkin.  Kita sama-sama sudah sangat tahu, namun seringnya lupa terhadap satu hal ... termasuk saya juga. Hal apakah itu ? iya, kita tahu bahwa masing-masing kita sudah divonis mati ! ya ! sudah divonis mati ! namun seringkali kita melupakan hal itu karena kita terlena oleh pesona kehidupan dunia.  Kita semua yang mengaku mahluk hidup pasti sudah divonis mati, hal ini jelas-jelas tercantum dalam kitab suci Al Quran. Vonis mati semua sudah terjadwal, hanya saja waktunya yang berbeda-beda.

               Bercermin dari kisah pasien dan dokter di atas, banyak hikmah yang bisa kita ambil.  Rasul pernah bersabda bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang dengan baiknya mempersiapkan masa kematian.  Ayo sobat, kita siapkan masa ajal yang akan menghampiri kita dengan memperbanyak kebaikan dan amal soleh, juga memperbanyak tobat atas segala dosa di masa yang telah lewat.  Semoga di akhir-akhir bulan Ramadan ini, renungan tentang vonis mati ini menjadi renungan terdalam saat memohon ampunan di sholat malam di malam-malam terakhir bulan penuh kemuliaan, bulan Ramadan.

@ariefrisman

Inspiratorbijak.com

087821222615

 

Pin bb 2A45CEF8 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

fan page Wise to Win

facebook

 

 

 

 

 

twitter
fan page Wise to Win
Copyright © 2021 INSPIRATOR BIJAK · All Rights Reserved | powered by sitekno