inspirator bijak, wiser is better
Kategori

SUATU SAAT AKAN TERALAMI

image

Malam minggu itu anak pertama saya belum juga pulang, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 11. Telepon sudah berulang kali dihubungi, namun telepon tidak diangkat.  Ditunggu sampai jam 12, mungkin masih dalam perjalanan.  Waktu terus beranjak naik, sampai menunjukkan pukul 1 dini hari.  Gelisah dan perasaan cemas menghinggapi saya dan istri. Dicoba dilihat di sosmed, untuk melihat posisi terakhir.  Ada kabar bahwa terakhir makan di sebuah restoran.  Menunggu anak gadis di jam-jam tersebut sungguh sebuah kecemasan tingkat tinggi yang kami rasakan.

Istri kemudian sholat tahajud untuk memohon doa, semoga anak gadis kami tidak ada masalah.  Semakin lama semakin ditunggu tanpa kabar yang pasti.  Istri saya akhirnya menangis dalam penantian itu.  Sudah dihubungi semua sahabat dekatnya, tapi tak ada yang tahu kemana anak kami itu.  

Selain mencoba menghubungi dengan menelpon langsung, saya juga coba mengirimkan pesan via SMS. Rupanya anak kami menjawab SMS tersebut.  Katanya, dia menginap di rumah temannya. Saya jawab langsung, untuk pulang saja, biar dijemput.  Akhirnya dia mau pulang dengan syarat tidak mau dimarahi.  Pukul 3 subuh akhirnya anak kami pulang.  Sesuai janji, kami tidak memarahinya subuh itu.  Keesokan harinya barulah kami sampaikan tentang kekhawatiran kami, karena tidak ada kabar bahwa dia akan menginap di rumah temannya.

Setahun berselang, saya membersihkan dokumen-dokumen pribadi.  Ikut dibereskan pula poto-poto kenangan jaman dulu, ketika saya dan istri masih bersekolah di sma.  Lalu ada sebuah poto yang menarik, istri saat itu dengan teman-temannya bermain di pantai.  Saya menyimak penuturan cerita dari istri saya dari poto itu. "ini saya dan teman-teman pergi ke pantai tanpa rencana.  Tiba-tiba diajak ke sebuah pantai di Garut, sampai menginap dan tak memberi kabar pada orang tua di rumah.  Lalu mamah memarahinya karena kejadian ini".  Saya jadi teringat dengan kejadian anak gadis kami yang menginap di rumah temannya tanpa izin.  Lalu saya berkata pada istri, "nah lho, kejadiannya sama persis tuh, bikin orang tua was-was dan cemas karena tidak memberi kabar menginap di luar rumah'.  Istri saya pun kaget, lalu berkata,"ah ... betul-betul berbalik ya kejadiannya."

Apapun yang kita alami saat ini bisa jadi kejadian yang berulang, namun dengan posisi yang berbeda.  Dulu kita membuat jengkel orang tua, bisa jadi ketika kita jadi orang tua, anak-anak kita membuat jengkel kita orang tuanya.  Hal ini perlu disadari jika kita sebagai orang tua lebih memahami akan kelakuan anak-anak kita saat ini.  Kita yang lebih berbesar hati, memahami akan semua kelakuan anak-anak kita.  Tentu saja harapan kita adalah, anak-anak kita lebih sukses dan bahagia dari posisi kita orang tuanya saat ini.

fan page Wise to Win

facebook

 

 

 

 

 

twitter
fan page Wise to Win
Copyright © 2021 INSPIRATOR BIJAK · All Rights Reserved | powered by sitekno